Posts

Paling banyak dibaca Nih, hihihi

Rekomendasi Chanel Youtube dengan Konten Horor

Image
Assalamualaikum Wahai para readersku yang aku cintai 🙊😅 Kembali lagi saya untuk menulis di blog saya tercinta 😊 setelah sekian lama ngak nulis karena kesibukan di  dunia nyata 😂 Kali ini saya akan menulis tentang Chanel Youtube dengan Konten Horornya. Kalau biasanya Youtubers bikin video menyenangkan semacam vlog ,  cover lagu, membuat  tutorial,  bermain  game,  dan lain sebagainya, kalau 3 Channel Youtubers lokal ini punya segmen misteri dan  horror  yang paling dinanti - nanti oleh para  subscriber- nya. Langsung saja. 1. Ewing HD   Siapa sih yang ngak kenal sama bang Ewing ataubyang biasa dikenal dengan bang Ewing HD??  Kalau kalian pecinta chanel Youtube horor pasti chanel Ewing HD sudah pasti ada dilist chanel horor yang menjadi favorit kalian.   Kenapa?  Ya karena chanelnya bang Ewing sangat berkualitas. Dengan chanel "Malam Jumat"nya, bang Ewing sangat suk...

Horror Short Story: SCP-XXXX — Jangan Matikan Suara

Image
Aku selalu tidur pakai earphone. Bukan karena suka musik. Tapi karena kamar kosku terlalu sunyi kalau malam. Sunyi yang bikin pikiran muter ke mana-mana. Jadi aku biasakan nyetel white noise, hujan palsu, atau suara kipas. Malam itu, jam di HP nunjuk 02:13 . Playlist tiba-tiba berhenti. Aku buka mata. Layar HP menyala sendiri. Bukan aplikasi musik—tapi voice recorder . Sedang merekam. Aku belum sempat pencet apa pun, tapi indikatornya jalan. Detik terus bertambah. Aku mau matiin. Jari belum nyentuh layar. Dari earphone, terdengar suaraku sendiri. Pelan. Napas berat. Seolah direkam sangat dekat dengan mulut. “Jangan dimatikan.” Aku langsung duduk. Aku nggak ngomong apa-apa. Tapi rekaman itu lanjut. “Kalau kamu matikan, aku lanjut di luar.” Aku copot earphone. Sunyi langsung nyerang kamar. Jam dinding berdetak terlalu keras. Kulkas kos di luar kamar bunyi klik . HP masih merekam. Aku buka hasil rekamannya. Durasi: 00:00 . Kosong. Lalu muncul file baru. Nama filenya bikin tenggorokanku ke...

Horror Short Story: SCP-XXXX — “Jangan Baca Namamu Keras-Keras”

Image
Malam itu hujan turun pelan. Bukan hujan deras yang rame, cuma gerimis yang bikin lampu jalan kelihatan kayak punya halo tipis. Aku baru aja nyampe kos, celana masih lembap, dan kepala masih penuh tugas yang (jujur) aku tunda-tunda. Di depan pintu kamar, ada amplop cokelat. Nggak ada nama pengirim. Nggak ada perangko. Cuma satu stiker kecil berbentuk lingkaran, warnanya pudar, dan ada tulisan yang bikin aku otomatis mengernyit: “Untukmu. Jangan dibuka kalau kamu sedang sendirian.” Aku ketawa kecil. Refleks. Karena otak manusia itu kadang defensif—kalau ada yang aneh, kita pura-pura itu bercanda. Dan ya… aku sendirian. Aku tetap masukin amplop itu ke meja. Niatnya: “Nanti aja.” Tapi benda-benda seperti itu nggak pernah mau “nanti”. Mereka punya cara sendiri buat narik perhatian. Lima menit kemudian, listrik kamar nge- drop . Lampu mati. Kipas berhenti. Suara hujan di luar jadi lebih jelas—ketukan halus di jendela, kayak jari-jari yang sabar. Aku nyalain senter dari HP. Cahaya putih memo...

Horror Short Story: Jalan Kuburan Air

Image
Di desaku ada satu jalan setapak kecil yang membelah sawah menuju sungai, dan semua orang sepakat untuk tidak melewatinya saat magrib tiba. Jalan itu dikenal dengan nama Jalan Kuburan Air, bukan karena ada makam di sana, melainkan karena dulu pernah ada seorang perempuan yang hilang dan ditemukan meninggal di dekat aliran sungai setelah terseret banjir. Sejak itu, orang-orang percaya bahwa setiap senja ada sosok yang berjalan pelan menyusuri pematang, membawa selendang basah dan rambut panjang menutupi sebagian wajahnya. Aku baru kembali ke desa setelah bertahun-tahun merantau, dan menganggap semua itu hanya cerita lama yang dilebih-lebihkan. Sore itu, karena ingin cepat sampai ke rumah, aku memilih jalan pintas melewati pematang meski matahari sudah hampir tenggelam. Cahaya jingga memantul di permukaan air sawah, dan angin berembus pelan membawa bau lumpur yang khas. Saat itu aku mulai merasa tidak sendirian, seolah ada langkah lain yang mengikuti dari belakang. Ketika aku menoleh, k...

Horror Short Story: Ayo, Aku Antar Pulang!

Image
Tidak ada yang benar-benar tahu kapan legenda tentang Halte Jam 00.00 mulai dipercaya, tapi semua orang di kota ini sepakat bahwa halte tua di ujung Jalan Kartini sebaiknya dihindari setelah tengah malam. Halte itu sudah lama tidak dipakai sejak jalur bus dialihkan, namun entah kenapa, setiap pukul dua belas malam selalu ada satu orang yang berdiri di sana, menunggu bus yang tidak pernah datang. Orang-orang menyebutnya sebagai “penumpang terakhir”. Malam itu aku pulang terlalu larut setelah lembur dan memutuskan memotong jalan lewat Jalur Kartini agar lebih cepat sampai kos. Saat melintas, pandanganku tertumbuk pada sosok perempuan berdiri tepat di bawah lampu halte yang berkedip-kedip redup. Dia mengenakan seragam putih seperti siswi, membawa tas selempang lusuh, dan menundukkan kepala seolah sedang membaca sesuatu di ponselnya. Padahal jam di ponselku menunjukkan pukul 00.07. Tidak ada jadwal bus. Tidak ada alasan siapa pun berdiri di sana. Aku mempercepat langkah, tapi rasa penasar...

Horror Short Story: Sumur Belakang Rumah

Image
Sejak pertama kali menempati rumah warisan itu, aku sudah merasa ada sesuatu yang tidak beres, meski secara logika semuanya terlihat biasa saja. Rumah tua itu memang jarang dihuni, tapi masih layak ditinggali, sampai pandanganku selalu tertuju ke halaman belakang, tepat di mana sebuah sumur tua berdiri dengan tutup papan yang mulai lapuk. Tetangga sempat berpesan agar aku tidak membuka sumur itu, katanya dulu ada yang “menjaga”, tapi aku hanya menganggapnya sebagai cerita lama yang sengaja dilebih-lebihkan agar rumah itu tidak dihuni sembarangan. Malam ketiga, aku terbangun oleh suara yang tidak seharusnya ada di rumah kosong. Suara gesekan tali diikuti bunyi air tercebur dari arah belakang rumah. Awalnya kupikir itu hanya halusinasi akibat kurang tidur, namun suara itu terdengar lagi, lebih jelas, seolah seseorang sedang menimba air dari sumur. Dengan perasaan tidak nyaman, aku memberanikan diri membuka pintu belakang. Udara dingin menyambut dengan aroma tanah basah yang menusuk. Keti...

Horror Short Story: 5 Cerita Horor Pendek yang Bikin Kamu Susah Tidur!!

Image
Mau uji nyali malam ini? Berikut lima cerita horor singkat yang bisa kamu baca sebelum tidur. Tapi hati-hati—mungkin setelah ini kamu bakal lebih sering menoleh ke belakang. 1. Jangan Menoleh ke Belakang Malam itu aku pulang melewati kuburan. Di tengah jalan, terdengar langkah kaki mengikutiku. Aku ingat pesan nenek: “Jangan menoleh.” Aku terus berjalan cepat sampai keluar dari area kuburan. Tapi saat berani menoleh, di tanah basah terlihat empat pasang jejak kaki tepat di belakangku. 2. Panggilan Tengah Malam Ponselku berdering pukul 02.33 pagi. Nomor tak dikenal. Saat kuangkat, hanya terdengar bisikan, “Lihat jendela.” Aku menoleh. Ada seseorang berdiri di luar jendela kamarku—padahal aku tinggal di lantai 3 apartemen. 3. Boneka yang Tersenyum Adikku punya boneka yang selalu diletakkan di atas lemari. Suatu malam, aku terbangun karena suara tawa kecil. Boneka itu sudah duduk di lantai, menghadap pintu kamar. Esoknya, ibu bilang semalam ia mendengar langkah kaki kecil berlari d...

Horror Short Story: Jangan Menoleh ke Belakang

Image
Malam itu hujan turun pelan, hanya gerimis yang menempel di jendela. Aku baru saja pulang dari kampus dan memutuskan untuk berjalan kaki melewati jalan pintas di dekat area pemakaman desa. Jalan itu sepi sekali—hanya ada deretan pohon besar dan beberapa lampu jalan yang redup. Awalnya aku tidak merasa takut. Tapi di tengah perjalanan, aku mendengar langkah kaki di belakangku. Aku berhenti. Suara itu ikut berhenti. Aku berjalan lagi. Suara itu kembali terdengar. Aku coba menenangkan diri, berpikir mungkin hanya pantulan suaraku sendiri. Tapi kemudian terdengar napas berat …. bukan dari mulutku. Perasaan dingin menjalar di punggungku. Aku ingin menoleh, tapi entah kenapa tubuhku terasa kaku. Ingatan akan cerita lama nenekku terlintas: “Kalau kamu merasa ada yang mengikuti di kuburan malam hari, jangan menoleh . Terus jalan sampai keluar dari area itu.” Langkah kaki itu makin dekat. Sekarang terdengar seperti seseorang menyeret sesuatu di tanah. Aku mempercepat langkah, hampir ber...