Rekomendasi Chanel Youtube dengan Konten Horor
Rumah tua di ujung Jalan Melati itu sudah kosong lebih dari duadekade. Atapnya sebagian runtuh, dinding batunya dipenuhi lumut tebal, dan akar pohon tua merambat masuk lewat jendela-jendela kayu yang pecah. Warga sekitar selalu memotong jalan jika malam tiba, enggan melintas di depannya. Konon, siapa pun yang nekat berdiri terlalu lama di depan pagarnya akan mendengar suara ketukan dari dalam rumah, disusul bisikan halus di belakang telinga.
Rian dan Pandu, dua pembuat konten misteri, memutuskan untuk masuk ke rumah tersebut pada suatu malam Jumat. Pintu depan yang lapuk ternyata tidak terkunci. Saat melangkah masuk, bau debu bercampur aroma bunga melati yang menyengat langsung menyambut mereka.
Di ruang tamu yang gelap, kamera Rian menangkap bayangan hitam tinggi menjulang berdiri di sudut ruangan. Bayangan itu tidak memiliki wajah, hanya berupa siluet pekat yang membiaskan cahaya senter mereka.
"Pan, lihat sudut kanan..." bisik Rian gemetar.
Sebelum Pandu sempat menjawab, pintu depan tertutup sendiri dengan dentuman keras. Lampu senter mereka mendadak meredup dan berkedip-kedip. Dari lantai dua, terdengar suara langkah kaki berat berjalan menuju tangga. Setiap pijakan kayu berderit nyaring, semakin lama semakin cepat, seolah sosok itu sedang berlari turun menghampiri mereka.
Ketakutan setengah mati, Pandu mencoba mendobrak pintu depan. Namun pintu itu seperti menyatu dengan dinding, tak bergerak sedikit pun. Di belakang mereka, napas dingin berbau busuk terasa mengembus tengkuk Rian. Sebuah suara serak berbisik pelan, "Jangan pergi... kalian penjaga baruku."
Dengan sisa tenaga, Pandu memecahkan kaca jendela samping menggunakan kayu lapuk dan menyeret Rian keluar. Mereka berhasil kabur dengan luka goresan di sekujur tubuh. Namun, hingga hari ini, Rian selalu mendengar ketukan di pintu kamarnya setiap jam tiga pagi, dan setiap kali ia melihat ke cermin, ia melihat siluet hitam tanpa wajah berdiri tepat di belakangnya.
Comments
Post a Comment
Yuk, kasih komentar terbaik kamu.
INGAT!!
Berkomentarlah dengan bijak dan baik.