Rekomendasi Chanel Youtube dengan Konten Horor
Malam semakin larut di perpustakaan tua pusat kota. Hujan deras yang mengguyur sejak sore menyisakan aroma tanah basah bercampur debu kertas tua yang menyeruak di setiap sudut ruangan. Rian, seorang petugas piket malam, berdiri sendirian di lantai dua. Tugasnya sederhana: mematikan lampu, merapikan buku yang berserakan, dan memastikan semua pintu terkunci sebelum tengah malam.
Suasana sangat hening, hanya ada detak jam dinding tua dan ketukan rintik hujan sisa di luar. Saat Rian berjalan menyusuri lorong rak kategori sejarah, pendengarannya menangkap suara aneh. Gemerisik... srek... Suara lembaran kertas yang dibalik secara perlahan dari meja baca paling ujung—meja yang seharusnya sudah kosong sejak jam operasional tutup.
Dengan senter di tangan kiri dan perasaan waswas, Rian melangkah mengendap. Di atas meja jati tua yang berdebu itu, tampak sebuah buku berukuran besar bersampul kulit hitam tanpa judul. Buku itu tergeletak terbuka. Anehnya, tidak ada siapapun di sana.
Karena penasaran, Rian mengarahkan sorot senternya ke lembaran buku tersebut. Tulisan tangan menggunakan tinta merah pekat menghiasi halaman itu. Saat membacanya, jantung Rian seolah berhenti berdetak.
“Seorang pria muda berjaket abu-abu berdiri memegang senter di lorong sejarah. Pukul 23.43 Tengah Malam, ia merasa ketakutan karena membaca tulisan ini.”
Rian merinding hebat. Deskripsi itu sangat tepat menggambarkan dirinya dan apa yang sedang ia lakukan detik itu juga. Tangannya gemetar hebat saat membuka halaman berikutnya. Tulisan di lembaran baru itu tampak masih basah, seolah baru saja ditulis oleh jemari tak terlihat.
“Ia perlahan menoleh ke belakang bahu kirinya... karena ia sadar aku sudah berdiri tepat di belakangnya sejak tadi.”
Sensasi dingin yang sangat pekat menusuk tengkuk Rian. Embusan napas es berbau busuk merayap perlahan di samping telinganya. Sebelum Rian sempat berteriak atau melangkah lari, sebuah tangan pucat berkerut dengan kuku-kuku hitam panjang perlahan merayap dari balik bahunya, menunjuk tepat ke baris kalimat terakhir di buku itu: “Dan ia tidak akan pernah keluar dari perpustakaan ini.”
Comments
Post a Comment
Yuk, kasih komentar terbaik kamu.
INGAT!!
Berkomentarlah dengan bijak dan baik.