Rekomendasi Chanel Youtube dengan Konten Horor
Danau Telaga Hitam terletak di ceruk hutan yang jarang dijamah manusia. Airnya begitu tenang hingga menyerupai kaca hitam yang memantulkan pepohonan di sekelilingnya. Namun, warga desa setempat tahu betul pantangan terbesarnya: jangan pernah mendatangi dermaga tua di tepi danau setelah matahari terbenam, dan jangan pernah menjawab jika ada yang memanggil nama dari arah air.
Andi, seorang pemuda yang tidak percaya dengan takhayul lokal, sengaja mendirikan tenda di tepi danau untuk membuktikan bahwa cerita warga hanyalah mitos belaka. Malam makin larut, kabut tipis mulai merayap di atas permukaan air yang dingin.
Sekitar pukul satu malam, suasana menjadi sangat hening. Suara jangkrik dan burung malam mendadak berhenti. Dari tengah danau, terdengar riak air pelan. Andi mengarahkan lampu senternya ke dermaga kayu yang sudah rapuh.
Di sana, sebuah tangan pucat berlumut naik dari dasar air, memegangi pinggiran dermaga. Tak lama kemudian, muncul suara samar yang sangat dikenal Andi—suara mendiang ibunya yang telah meninggal tiga tahun lalu.
"Andi... dingin di bawah sini, Nak... bantu Ibu naik..."
Jantung Andi berdegup kencang. Rasionalitasnya runtuh seketika saat mendengar suara lembut itu. Tanpa sadar, kakinya melangkah mendekati dermaga. Semakin dekat ia berjalan, suara itu semakin jelas dan memelas.
Namun, saat Andi tinggal berjarak dua langkah dari ujung dermaga, cahaya bulan menembus kabut dan memperlihatkan wujud asli di dalam air. Itu bukan ibunya. Di bawah permukaan air yang bening, puluhan sosok tubuh manusia tanpa mata dengan kulit membusuk sedang menengadah, dengan mulut terbuka lebar mengeluarkan tiruan suara orang-orang yang disayangi Andi. Tangan hijau berlumut yang memegang dermaga itu tiba-tiba melesat maju, menggenggam pergelangan kaki Andi dengan cengkeraman es yang sangat kuat.
Andi berteriak histeris, menarik kakinya sambil memukul tangan itu dengan batu di sekitarnya hingga pegangannya terlepas. Ia berlari meninggalkan tenda dan barang-barangnya tanpa pernah menoleh ke belakang.
Andi selamat, tetapi hingga kini, setiap kali ia mendengar suara mengalir dari kran air atau hujan di luar rumah, ia masih bisa mendengar bisikan lembut ibunya yang memanggil dari dasar danau.
Comments
Post a Comment
Yuk, kasih komentar terbaik kamu.
INGAT!!
Berkomentarlah dengan bijak dan baik.