Rekomendasi Chanel Youtube dengan Konten Horor
Aku selalu tidur pakai earphone.
Bukan karena suka musik. Tapi karena
kamar kosku terlalu sunyi kalau malam. Sunyi yang bikin pikiran muter ke
mana-mana. Jadi aku biasakan nyetel white noise, hujan palsu, atau suara kipas.
Malam itu, jam di HP nunjuk 02:13.
Playlist tiba-tiba berhenti.
Aku buka mata. Layar HP menyala
sendiri. Bukan aplikasi musik—tapi voice recorder.
Sedang merekam.
Aku belum sempat pencet apa pun,
tapi indikatornya jalan. Detik terus bertambah.
Aku mau matiin. Jari belum nyentuh
layar.
Dari earphone, terdengar suaraku
sendiri.
Pelan. Napas berat. Seolah direkam
sangat dekat dengan mulut.
“Jangan dimatikan.”
Aku langsung duduk.
Aku nggak ngomong apa-apa. Tapi
rekaman itu lanjut.
“Kalau kamu matikan, aku lanjut di luar.”
Aku copot earphone. Sunyi langsung
nyerang kamar. Jam dinding berdetak terlalu keras. Kulkas kos di luar kamar
bunyi klik.
Aku buka hasil rekamannya. Durasi: 00:00.
Kosong.
Lalu muncul file baru. Nama filenya
bikin tenggorokanku kering:
SCP-XXXX_Log_Subjek
Aku buka.
Isinya teks.
SCP-XXXX
Kelas Objek: Euclid
Deskripsi Singkat:
SCP-XXXX adalah fenomena auditif yang memanifestasikan diri melalui perangkat audio personal (earphone, headset, earbuds). Entitas ini aktif ketika subjek berada dalam kondisi sendirian, lelah, dan terbiasa tidur dengan suara latar.Efek Awal:
Subjek mendengar suara yang terdengar “seperti diri sendiri”, namun memiliki jeda respons tidak wajar.Aturan Penting:
Jangan pernah mematikan suara saat SCP-XXXX sedang aktif.
Kesunyian adalah bentuk undangan.
Aku baca sambil ketawa kecil.
Refleks bodoh lagi. Otak rasional masih berusaha nyari penjelasan.
“Auto-play error,” gumamku.
Aku tekan tombol stop.
Rekaman berhenti.
Sekejap.
Lalu… aku dengar sesuatu.
Bukan dari HP.
Dari arah lemari.
Suaranya lirih, tapi jelas. Suara
napas yang… aku kenal. Polanya sama. Tarikan, hembusan, jedanya.
Napasku sendiri.
Tapi bukan aku yang ngeluarinnya.
HP bergetar.
File baru muncul:
SCP-XXXX_Log_Subjek (lanjutan)
Aku nggak mau buka. Tapi jariku
gerak sendiri.
Subjek mematikan suara.
SCP-XXXX kini tidak lagi membutuhkan media elektronik.
Kontak langsung dimulai.
Aku menoleh ke lemari.
Pintunya sedikit terbuka. Padahal
aku ingat nutup rapat.
Dari celah gelap itu, terdengar
bisikan, sekarang lebih jelas. Lebih dekat.
“Kenapa dimatikan?”
“Aku belum selesai dengerin kamu.”
Aku mundur sampai punggung nabrak
dinding.
HP jatuh ke kasur, tapi layar masih
nyala. Ada satu baris terakhir yang muncul di file teks itu:
Kalau kamu baca ini tanpa suara di telingamu, sekarang aku sedang berdiri di tempat paling sunyi di kamarmu.
Dan saat aku sadar…
Tempat paling sunyi itu tepat di
belakangku.
Karena aku sudah berhenti bernapas.
Comments
Post a Comment
Yuk, kasih komentar terbaik kamu.
INGAT!!
Berkomentarlah dengan bijak dan baik.