Rekomendasi Chanel Youtube dengan Konten Horor
Bagi masyarakat Jawa Timur, nama Alas Purwo bukan sekadar nama hutan taman nasional biasa. Hutan tertua di Pulau Jawa ini menyimpan sejuta cerita mistis yang membuat bulu kuduk berdiri bahkan hanya dengan mendengarnya. Dikenal sebagai salah satu kerajaan gaib terbesar, mereka yang melangkah ke dalam hutan ini dengan niat yang tidak bersih, sering kali tidak pernah ditemukan jalan pulangnya.
Ini adalah kisah tentang mereka yang nekat menantang sunyinya malam di sana...
Malam itu, jam digital di dasbor mobil menunjukkan pukul 23.45 WIB. Roni dan kedua temannya sengaja mengambil jalur pintas melewati pinggiran kawasan Alas Purwo demi memotong waktu perjalanan. Penerangan jalan sangat minim, hanya mengandalkan lampu sorot mobil yang mulai menembus kabut tebal secara perlahan.
"Ron, kamu yakin ini jalannya? Perasaanku dari tadi kita cuma muter-muter di pohon yang sama," bisik Doni dari kursi belakang, memecah keheningan.
Roni tidak menjawab. Matanya fokus menatap jalan aspal yang entah sejak kapan berubah menjadi jalan setapak tanah merah yang dipenuhi akar pohon raksasa. Sinyal ponsel mereka bertiga sudah mati total sejak setengah jam yang lalu.
Tiba-tiba, mesin mobil mati mendadak. Pet! Lampu utama padam, menyisakan kegelapan pekat khas hutan belantara yang mencekam.
Di tengah kepanikan mencoba menyalakan kembali mesin mobil, telinga mereka menangkap sesuatu. Sayup-sayup, suara tabuhan gamelan Jawa terdengar dari kejauhan. Alunannya begitu mendayu-dayu, namun terasa sangat dekat, seolah-olah dimainkan tepat di samping jendela mobil mereka.
Ting... tong... ndeng...
Bukan hanya suara musik, bau harum bunga melati yang sangat menyengat langsung menusuk hidung. Doni memberanikan diri mengintip keluar jendela yang berembun. Di balik pohon beringin besar, ia melihat bayangan hitam tinggi besar sedang berdiri diam, menatap lurus ke arah mobil mereka dengan mata merah yang menyala.
"JANGAN KELUAR! Tetap di dalam, kunci semua pintu!" teriak Roni tertahan sambil terus memutar kunci kontak mobil dengan tangan gemetar.
Ketika mesin mobil akhirnya menyala secara ajaib, Roni langsung menginjak gas sedalam-dalamnya tanpa peduli arah. Anehnya, semakin mereka melaju, jalanan terasa tidak berujung. Mereka seperti terjebak di dalam labirin gaib yang memutar balik ruang dan waktu.
Butuh waktu hingga berkumandangnya suara azan subuh sampai kabut tebal itu perlahan terangkat, dan entah bagaimana caranya, mobil mereka sudah terparkir di pinggir jalan raya utama kota Banyuwangi, menyisakan trauma mendalam yang tidak akan pernah mereka lupakan seumur hidup.
Alas Purwo selalu tahu siapa yang datang sekadar melintas, dan siapa yang menantang batasan mereka.
Comments
Post a Comment
Yuk, kasih komentar terbaik kamu.
INGAT!!
Berkomentarlah dengan bijak dan baik.