Posts

Showing posts with the label Creepypasta

Paling banyak dibaca Nih, hihihi

Rekomendasi Chanel Youtube dengan Konten Horor

Image
Assalamualaikum Wahai para readersku yang aku cintai 🙊😅 Kembali lagi saya untuk menulis di blog saya tercinta 😊 setelah sekian lama ngak nulis karena kesibukan di  dunia nyata 😂 Kali ini saya akan menulis tentang Chanel Youtube dengan Konten Horornya. Kalau biasanya Youtubers bikin video menyenangkan semacam vlog ,  cover lagu, membuat  tutorial,  bermain  game,  dan lain sebagainya, kalau 3 Channel Youtubers lokal ini punya segmen misteri dan  horror  yang paling dinanti - nanti oleh para  subscriber- nya. Langsung saja. 1. Ewing HD   Siapa sih yang ngak kenal sama bang Ewing ataubyang biasa dikenal dengan bang Ewing HD??  Kalau kalian pecinta chanel Youtube horor pasti chanel Ewing HD sudah pasti ada dilist chanel horor yang menjadi favorit kalian.   Kenapa?  Ya karena chanelnya bang Ewing sangat berkualitas. Dengan chanel "Malam Jumat"nya, bang Ewing sangat suk...

Horror Short Story: Radio Rusak Dini Hari — Frekuensi Kematian

Bima mendapat tugas ronda malam di pos keamanan desa. Udara dingin membeku dan sunyi gawat membuat kantuk menyerang cepat. Untuk mengusir rasa sepi, ia meraih sebuah radio tabung tua berwarna cokelat kusam yang tergeletak di atas lemari pos. Radio itu sudah rusak bertahun-tahun; bahkan kabel utamanya sudah putus terpotong. Iseng, Bima memutar tombol Power dan frekuensi radio tersebut. Anehnya, lampu indikator merah di radio itu mendadak menyala redup. Suara desis frekuensi statis yang bising ( kresek... kresek... ) memenuhi pos ronda yang sempit itu. Bima tertegun. Ia mencoba memutar tombol gelombang, hingga akhirnya desisan statis itu terhenti pada sebuah siaran berfrekuensi jernih. Suara seorang penyiar pria berhembus dingin dan datar mulai terdengar memecah malam. “Selamat dini hari para pendengar. Kami menyampaikan berita duka cita darurat dari pos ronda RT 04... Telah ditemukan tewas seorang petugas ronda malam akibat serangan jantung dan leher patah pada pukul 02.15 WIB...” Bima...

Horror Short Story: Misteri Kamar Cermin — Bayangan yang Tersenyum Lebih Dulu

Maya selalu menyukai barang-barang antik. Karena itu, saat menemukan sebuah cermin berdiri ( standing mirror ) berukiran kayu jati kuno di pasar barang bekas, ia langsung membelinya dan memasangnya di sudut kamar tidur. Cermin itu tampak begitu elegan, meski kacanya sedikit buram dan membiaskan bayangan yang sedikit samar. Namun, keberadaan cermin itu mulai terasa mengganggu pada malam ketiga. Setiap kali Maya berjalan melintas di depannya, ia merasa pantulan dirinya di dalam kaca bergerak sedikit lebih lambat—seperti ada jeda beberapa milidetik antara gerakannya dan gerakan bayangannya. Pukul 02.00 dini hari, Maya terbangun untuk mengambil minum. Kamar hanya diterangi oleh remang sinar bulan dari celah jendela. Saat melangkah melewati cermin, Maya sengaja berhenti mendadak. Ia menatap pantulannya secara langsung. Di dalam cermin, bayangan Maya ikut berhenti. Selama beberapa detik, keduanya saling menatap dalam keheningan kamar yang mencekam. Maya mencoba mengangkat tangan kanannya unt...

Horror Short Story: Bisikan dari Sumur Tua — Janji yang Harus Ditepati

Rumah peninggalan kakek di pinggiran desa itu sudah bertahun-tahun tidak dihuni. Di halaman belakang yang tertutup semak belukar, berdiri sebuah sumur batu kuno. Mulut sumur itu telah ditutup rapi menggunakan tiga lapis papan kayu jati tebal dan diikat rantai besi berkarat. Kata warga sekitar, sumur itu adalah tempat keramat yang tidak boleh diganggu. Aris, yang baru dua hari menempati rumah tersebut untuk merenovasinya, terbangun tepat pukul 01.30 dini hari. Suara gema tangisan bayi terdengar sayup-sayup, diselingi oleh suara gemericik air yang menetes deras dari arah halaman belakang. Membawa lampu senter dan linggis kecil, Aris melangkah ke belakang. Semakin dekat ke sumur tua itu, suara tangisan berubah menjadi raungan ketakutan. Rantai besi yang mengikat papan penutup sumur tampak sudah terputus, seperti dipaksa patah dari arah dalam. Karena didorong rasa penasaran, Aris menggeser papan kayu jati tersebut. Bau busuk seperti bangkai yang membusuk puluhan tahun langsung menyengat hi...

Horror Short Story: Misteri Halte Jam Tiga Pagi — Penumpang Tanpa Bayangan

Kabut tipis selalu turun menyelimuti jalanan protokol setiap kali jarum jam mendekati pukul tiga pagi. Bagi Dina, seorang pekerja sif malam di sebuah rumah sakit, Halte Pelita adalah satu-satunya harapan untuk bisa pulang. Halte tua beratap seng berkarat itu terkenal sepi dan remang-remang, hanya diterangi oleh satu lampu jalan yang sering berkedip-kedip. Malam itu, suhu udara terasa jauh lebih dingin dari biasanya. Ketika Dina duduk di bangku semen halte, ia menyadari bahwa ia tidak sendiri. Di ujung bangku lainnya, duduk seorang wanita bergaun putih lusuh dengan rambut hitam panjang terurai menutup seluruh wajahnya. Wanita itu membisu, duduk sangat tegak tanpa sedikit pun pergerakan napas. Dina berusaha mengabaikannya dan memainkan ponselnya. Namun, ada sesuatu yang membuat nalurinya berteriak bahaya. Lampu jalan di atas mereka memancarkan cahaya kuning yang cukup terang ke jalanan. Dina memperhatikan bayangannya sendiri terbayang jelas di tanah. Tetapi, di samping bayangannya... tid...

Horror Short Story: Penunggu Perpustakaan Tua — Lembaran yang Tak Boleh Dibaca

Malam semakin larut di perpustakaan tua pusat kota. Hujan deras yang mengguyur sejak sore menyisakan aroma tanah basah bercampur debu kertas tua yang menyeruak di setiap sudut ruangan. Rian, seorang petugas piket malam, berdiri sendirian di lantai dua. Tugasnya sederhana: mematikan lampu, merapikan buku yang berserakan, dan memastikan semua pintu terkunci sebelum tengah malam. Suasana sangat hening, hanya ada detak jam dinding tua dan ketukan rintik hujan sisa di luar. Saat Rian berjalan menyusuri lorong rak kategori sejarah, pendengarannya menangkap suara aneh. Gemerisik... srek... Suara lembaran kertas yang dibalik secara perlahan dari meja baca paling ujung—meja yang seharusnya sudah kosong sejak jam operasional tutup. Dengan senter di tangan kiri dan perasaan waswas, Rian melangkah mengendap. Di atas meja jati tua yang berdebu itu, tampak sebuah buku berukuran besar bersampul kulit hitam tanpa judul. Buku itu tergeletak terbuka. Anehnya, tidak ada siapapun di sana. Karena penasara...

Horror Short Story: Bisikan dari Danau Terlarang — Yang Memanggil dari Dasar

Image
Danau Telaga Hitam terletak di ceruk hutan yang jarang dijamah manusia. Airnya begitu tenang hingga menyerupai kaca hitam yang memantulkan pepohonan di sekelilingnya. Namun, warga desa setempat tahu betul pantangan terbesarnya: jangan pernah mendatangi dermaga tua di tepi danau setelah matahari terbenam, dan jangan pernah menjawab jika ada yang memanggil nama dari arah air. Andi, seorang pemuda yang tidak percaya dengan takhayul lokal, sengaja mendirikan tenda di tepi danau untuk membuktikan bahwa cerita warga hanyalah mitos belaka. Malam makin larut, kabut tipis mulai merayap di atas permukaan air yang dingin. Sekitar pukul satu malam, suasana menjadi sangat hening. Suara jangkrik dan burung malam mendadak berhenti. Dari tengah danau, terdengar riak air pelan. Andi mengarahkan lampu senternya ke dermaga kayu yang sudah rapuh. Di sana, sebuah tangan pucat berlumut naik dari dasar air, memegangi pinggiran dermaga. Tak lama kemudian, muncul suara samar yang sangat dikenal Andi—suara mend...

Horror Short Story: Misteri Rumah Kosong di Jalan Melati — Penjaga Tanpa Wujud

Image
Rumah tua di ujung Jalan Melati itu sudah kosong lebih dari duadekade. Atapnya sebagian runtuh, dinding batunya dipenuhi lumut tebal, dan akar pohon tua merambat masuk lewat jendela-jendela kayu yang pecah. Warga sekitar selalu memotong jalan jika malam tiba, enggan melintas di depannya. Konon, siapa pun yang nekat berdiri terlalu lama di depan pagarnya akan mendengar suara ketukan dari dalam rumah, disusul bisikan halus di belakang telinga. Rian dan Pandu, dua pembuat konten misteri, memutuskan untuk masuk ke rumah tersebut pada suatu malam Jumat. Pintu depan yang lapuk ternyata tidak terkunci. Saat melangkah masuk, bau debu bercampur aroma bunga melati yang menyengat langsung menyambut mereka. Di ruang tamu yang gelap, kamera Rian menangkap bayangan hitam tinggi menjulang berdiri di sudut ruangan. Bayangan itu tidak memiliki wajah, hanya berupa siluet pekat yang membiaskan cahaya senter mereka. "Pan, lihat sudut kanan..." bisik Rian gemetar. Sebelum Pandu sempat menjawab, p...

Horror Short Story: Bisikan di Gunung Gemuruh — Pasar yang Tak Pernah Ada

Image
Bagi para pendaki, ada satu aturan tidak tertulis yang selalu digaungkan di pos perizinan: Jika kamu mendengar suara keramaian atau bau harum makanan di tengah hutan saat malam hari, jangan pernah menoleh, apalagi menghampirinya. Batu Besar di pos tiga Gunung Gemuruh terkenal sebagai batas antara alam manusia dan perkampungan yang "tidak terlihat". Niat awal hanya ingin melepas lelah, tiga pendaki ini justru terjebak dalam transaksi yang membayar dengan nyawa. Keramaian di Tengah Kegelapan Hutan Jam menunjukkan pukul 01.15 WIB. Udara dingin menusuk tulang hingga ke dalam tenda. Wisnu terbangun karena rasa haus yang tak tertahankan. Saat hendak meraih botol minumnya, ia menyadari tenda mereka tidak lagi sunyi. Dari balik kain tenda yang tipis, terdengar riuh suara tawar-menawar, derap langkah kaki yang lalu lalang, serta aroma wangi bunga kantil bercampur asap kemenyan yang sangat tajam. "Rian... Bayu... bangun," bisik Wisnu sambil menggoyang badan kedua temannya. Ba...

Horror Short Story: Misteri Alas Purwo — Tersesat di Gerbang Gaib Ujung Timur

Image
Bagi masyarakat Jawa Timur, nama Alas Purwo bukan sekadar nama hutan taman nasional biasa. Hutan tertua di Pulau Jawa ini menyimpan sejuta cerita mistis yang membuat bulu kuduk berdiri bahkan hanya dengan mendengarnya. Dikenal sebagai salah satu kerajaan gaib terbesar, mereka yang melangkah ke dalam hutan ini dengan niat yang tidak bersih, sering kali tidak pernah ditemukan jalan pulangnya. Ini adalah kisah tentang mereka yang nekat menantang sunyinya malam di sana... Kabut yang Menyesatkan Langkah Malam itu, jam digital di dasbor mobil menunjukkan pukul 23.45 WIB. Roni dan kedua temannya sengaja mengambil jalur pintas melewati pinggiran kawasan Alas Purwo demi memotong waktu perjalanan. Penerangan jalan sangat minim, hanya mengandalkan lampu sorot mobil yang mulai menembus kabut tebal secara perlahan. "Ron, kamu yakin ini jalannya? Perasaanku dari tadi kita cuma muter-muter di pohon yang sama," bisik Doni dari kursi belakang, memecah keheningan. Roni tidak menjawab. Matanya ...

Horror Short Story: SCP-XXXX — Jangan Matikan Suara

Image
Aku selalu tidur pakai earphone. Bukan karena suka musik. Tapi karena kamar kosku terlalu sunyi kalau malam. Sunyi yang bikin pikiran muter ke mana-mana. Jadi aku biasakan nyetel white noise, hujan palsu, atau suara kipas. Malam itu, jam di HP nunjuk 02:13 . Playlist tiba-tiba berhenti. Aku buka mata. Layar HP menyala sendiri. Bukan aplikasi musik—tapi voice recorder . Sedang merekam. Aku belum sempat pencet apa pun, tapi indikatornya jalan. Detik terus bertambah. Aku mau matiin. Jari belum nyentuh layar. Dari earphone, terdengar suaraku sendiri. Pelan. Napas berat. Seolah direkam sangat dekat dengan mulut. “Jangan dimatikan.” Aku langsung duduk. Aku nggak ngomong apa-apa. Tapi rekaman itu lanjut. “Kalau kamu matikan, aku lanjut di luar.” Aku copot earphone. Sunyi langsung nyerang kamar. Jam dinding berdetak terlalu keras. Kulkas kos di luar kamar bunyi klik . HP masih merekam. Aku buka hasil rekamannya. Durasi: 00:00 . Kosong. Lalu muncul file baru. Nama filenya bikin tenggorokanku ke...

Horror Short Story: SCP-XXXX — “Jangan Baca Namamu Keras-Keras”

Image
Malam itu hujan turun pelan. Bukan hujan deras yang rame, cuma gerimis yang bikin lampu jalan kelihatan kayak punya halo tipis. Aku baru aja nyampe kos, celana masih lembap, dan kepala masih penuh tugas yang (jujur) aku tunda-tunda. Di depan pintu kamar, ada amplop cokelat. Nggak ada nama pengirim. Nggak ada perangko. Cuma satu stiker kecil berbentuk lingkaran, warnanya pudar, dan ada tulisan yang bikin aku otomatis mengernyit: “Untukmu. Jangan dibuka kalau kamu sedang sendirian.” Aku ketawa kecil. Refleks. Karena otak manusia itu kadang defensif—kalau ada yang aneh, kita pura-pura itu bercanda. Dan ya… aku sendirian. Aku tetap masukin amplop itu ke meja. Niatnya: “Nanti aja.” Tapi benda-benda seperti itu nggak pernah mau “nanti”. Mereka punya cara sendiri buat narik perhatian. Lima menit kemudian, listrik kamar nge- drop . Lampu mati. Kipas berhenti. Suara hujan di luar jadi lebih jelas—ketukan halus di jendela, kayak jari-jari yang sabar. Aku nyalain senter dari HP. Cahaya putih memo...

Creepypasta atau Keripik Pasta?!

Image
Beberapa tahun kemarin, sekitar tahun 2007 jagat dunia maya dihebohkan dengan munculnya suatu genre baru dalam horror universe yang dikenal dengan Creepypasta.  Creepypasta awal mulanya berasal dari web 4chan dan budaya situs web tersebut berpengaruh dalam membentuk karakteristik genre tersebut. Situs web creepypasta khusus utama mulai muncul sejak akhir tahun 2000-an: Creepypasta.com dibuat pada tahun 2008, sementara Creepypasta Wiki dan r/nosleep milik Reddit keduanya dibuat pada tahun 2010. Menurut majalah Time , genre ini mencapai puncaknya pada tahun 2010 ketika diliput oleh The New York Times . Definisi creepypasta telah berkembang dari waktu ke waktu hingga mencakup sebagian besar fiksi horor pendek yang publikasi pertamanya dilakukan secara daring. Seiring berjalannya waktu, kepengarangan menjadi semakin penting: banyak creepypasta ditulis oleh penulis yang namanya tercantum dalam cerita, bukan oleh individu anonim. Creepypasta adalah istilah yang merujuk pada cerita-cer...