Posts

Paling banyak dibaca Nih, hihihi

Rekomendasi Chanel Youtube dengan Konten Horor

Image
Assalamualaikum Wahai para readersku yang aku cintai 🙊😅 Kembali lagi saya untuk menulis di blog saya tercinta 😊 setelah sekian lama ngak nulis karena kesibukan di  dunia nyata 😂 Kali ini saya akan menulis tentang Chanel Youtube dengan Konten Horornya. Kalau biasanya Youtubers bikin video menyenangkan semacam vlog ,  cover lagu, membuat  tutorial,  bermain  game,  dan lain sebagainya, kalau 3 Channel Youtubers lokal ini punya segmen misteri dan  horror  yang paling dinanti - nanti oleh para  subscriber- nya. Langsung saja. 1. Ewing HD   Siapa sih yang ngak kenal sama bang Ewing ataubyang biasa dikenal dengan bang Ewing HD??  Kalau kalian pecinta chanel Youtube horor pasti chanel Ewing HD sudah pasti ada dilist chanel horor yang menjadi favorit kalian.   Kenapa?  Ya karena chanelnya bang Ewing sangat berkualitas. Dengan chanel "Malam Jumat"nya, bang Ewing sangat suk...

Horror Short Story: Bisikan di Gunung Gemuruh — Pasar yang Tak Pernah Ada

Image
Bagi para pendaki, ada satu aturan tidak tertulis yang selalu digaungkan di pos perizinan: Jika kamu mendengar suara keramaian atau bau harum makanan di tengah hutan saat malam hari, jangan pernah menoleh, apalagi menghampirinya. Batu Besar di pos tiga Gunung Gemuruh terkenal sebagai batas antara alam manusia dan perkampungan yang "tidak terlihat". Niat awal hanya ingin melepas lelah, tiga pendaki ini justru terjebak dalam transaksi yang membayar dengan nyawa. Keramaian di Tengah Kegelapan Hutan Jam menunjukkan pukul 01.15 WIB. Udara dingin menusuk tulang hingga ke dalam tenda. Wisnu terbangun karena rasa haus yang tak tertahankan. Saat hendak meraih botol minumnya, ia menyadari tenda mereka tidak lagi sunyi. Dari balik kain tenda yang tipis, terdengar riuh suara tawar-menawar, derap langkah kaki yang lalu lalang, serta aroma wangi bunga kantil bercampur asap kemenyan yang sangat tajam. "Rian... Bayu... bangun," bisik Wisnu sambil menggoyang badan kedua temannya. Ba...

Horror Short Story: Misteri Alas Purwo — Tersesat di Gerbang Gaib Ujung Timur

Image
Bagi masyarakat Jawa Timur, nama Alas Purwo bukan sekadar nama hutan taman nasional biasa. Hutan tertua di Pulau Jawa ini menyimpan sejuta cerita mistis yang membuat bulu kuduk berdiri bahkan hanya dengan mendengarnya. Dikenal sebagai salah satu kerajaan gaib terbesar, mereka yang melangkah ke dalam hutan ini dengan niat yang tidak bersih, sering kali tidak pernah ditemukan jalan pulangnya. Ini adalah kisah tentang mereka yang nekat menantang sunyinya malam di sana... Kabut yang Menyesatkan Langkah Malam itu, jam digital di dasbor mobil menunjukkan pukul 23.45 WIB. Roni dan kedua temannya sengaja mengambil jalur pintas melewati pinggiran kawasan Alas Purwo demi memotong waktu perjalanan. Penerangan jalan sangat minim, hanya mengandalkan lampu sorot mobil yang mulai menembus kabut tebal secara perlahan. "Ron, kamu yakin ini jalannya? Perasaanku dari tadi kita cuma muter-muter di pohon yang sama," bisik Doni dari kursi belakang, memecah keheningan. Roni tidak menjawab. Matanya ...

Horror Short Story : Pohon Beringin di Ujung Desa: Penunggu Baru Pohon Beringin

Image
 Tiga hari setelah Raka dinyatakan hilang, desa kembali terlihat normal. Terlalu normal. Tak ada tahlilan. Tak ada pencarian lanjutan. Seolah semua warga sepakat untuk melupakan . Aku tahu ada yang tidak beres saat melihat Bu Rini, penjaga warung dekat sekolah, menutup tokonya lebih awal. “Jangan pulang lewat ujung desa,” katanya pelan padaku. “Sekarang… penunggunya sudah lengkap.” Malam itu, hujan kembali turun. Dari jendela rumah kontrakan, aku melihat cahaya motor berhenti di dekat pohon beringin. Seorang pemuda turun, memeriksa bannya yang kempes. Aku ingin berteriak memperingatkan. Tapi suaraku tercekat saat melihat sosok berdiri di bawah beringin . Itu Raka. Atau sesuatu yang memakai wajahnya. Tubuhnya berdiri kaku, matanya kosong, kulitnya pucat kehijauan. Saat pemuda itu menoleh, Raka tersenyum—senyum yang terlalu lebar untuk manusia hidup. Akar beringin bergerak pelan, merayap ke aspal. Keesokan paginya, warga menemukan helm dan motor tanpa pemilik. Sejak i...

Horror Short Story : Pohon Beringin di Ujung Desa: Urban Legend yang Membuat Orang Tak Pernah Pulang

Image
Cerita horor urban legend tentang pohon beringin angker di ujung desa. Konon, siapa pun yang melewatinya setelah magrib akan menghilang selamanya. Di Desa Su****h, ada satu aturan yang tak pernah tertulis, tapi selalu ditaati: jangan lewat pohon beringin di ujung desa setelah matahari terbenam. Pohon itu berdiri sendirian di persimpangan jalan lama. Batangnya besar, menghitam, dan akar gantungnya menjulur sampai ke tanah seperti tangan-tangan kurus yang siap mencengkeram siapa saja. Anehnya, meski sudah puluhan tahun, tak satu pun warga berani menebangnya. Mereka menyebutnya Beringin Ka***n . Konon, sebelum desa ada, tempat itu adalah lokasi penghilangan orang. Para sesepuh bilang, arwah-arwah yang mati tidak wajar “dititipkan” di sana. Pohon itu tumbuh dari tanah yang kenyang darah dan tangisan. Raka, seorang guru honorer pendatang, menganggap cerita itu hanya cara orang desa menakut-nakuti anak kecil. Hingga suatu malam, ia pulang lewat jalan itu. Hujan turun deras. Jalan utama terg...

Horror Short Story: Sumur Penggu Malam Senyap

Image
Sejak kecil, sumur tua di halaman belakang rumah itu sudah menjadi bahan bisik-bisik seram antar tetangga. Konon, sumur itu bukan sekadar tempat mencari air—tapi juga rumah dari sesuatu yang tak bisa dilihat dengan mata telanjang . Aku tidak percaya pada cerita-cerita mistis itu. Sampai suatu malam, aku terjaga oleh suara gemericik air yang entah datang dari mana. Rumah ini sunyi — tak ada hujan, tak ada orang. Tapi suara itu tetap bertambah keras, seperti ada yang… menimba dari dalam sumur. Dengan senter di tangan, aku melangkah menuju halaman belakang. Angin malam menusuk tulang. Ketika cahaya senterku menyapu permukaan sumur, aku melihat sesosok berdiri di sana. Awalnya kurasa itu manusia biasa. Ia menunduk, seolah sedang menimba… tapi tidak pernah sekali pun aku mendengar suara timba itu dicelupkan ke air. Aku memanggil pelan. “Halo?” Sosok itu menoleh dengan perlahan. Matanya kosong, kulitnya pucat seperti kapur, dan mulutnya tidak bergerak—tapi suara itu tetap keluar, samar ...

Horror Short Story: SCP-XXXX — Jangan Matikan Suara

Image
Aku selalu tidur pakai earphone. Bukan karena suka musik. Tapi karena kamar kosku terlalu sunyi kalau malam. Sunyi yang bikin pikiran muter ke mana-mana. Jadi aku biasakan nyetel white noise, hujan palsu, atau suara kipas. Malam itu, jam di HP nunjuk 02:13 . Playlist tiba-tiba berhenti. Aku buka mata. Layar HP menyala sendiri. Bukan aplikasi musik—tapi voice recorder . Sedang merekam. Aku belum sempat pencet apa pun, tapi indikatornya jalan. Detik terus bertambah. Aku mau matiin. Jari belum nyentuh layar. Dari earphone, terdengar suaraku sendiri. Pelan. Napas berat. Seolah direkam sangat dekat dengan mulut. “Jangan dimatikan.” Aku langsung duduk. Aku nggak ngomong apa-apa. Tapi rekaman itu lanjut. “Kalau kamu matikan, aku lanjut di luar.” Aku copot earphone. Sunyi langsung nyerang kamar. Jam dinding berdetak terlalu keras. Kulkas kos di luar kamar bunyi klik . HP masih merekam. Aku buka hasil rekamannya. Durasi: 00:00 . Kosong. Lalu muncul file baru. Nama filenya bikin tenggorokanku ke...

Horror Short Story: SCP-XXXX — “Jangan Baca Namamu Keras-Keras”

Image
Malam itu hujan turun pelan. Bukan hujan deras yang rame, cuma gerimis yang bikin lampu jalan kelihatan kayak punya halo tipis. Aku baru aja nyampe kos, celana masih lembap, dan kepala masih penuh tugas yang (jujur) aku tunda-tunda. Di depan pintu kamar, ada amplop cokelat. Nggak ada nama pengirim. Nggak ada perangko. Cuma satu stiker kecil berbentuk lingkaran, warnanya pudar, dan ada tulisan yang bikin aku otomatis mengernyit: “Untukmu. Jangan dibuka kalau kamu sedang sendirian.” Aku ketawa kecil. Refleks. Karena otak manusia itu kadang defensif—kalau ada yang aneh, kita pura-pura itu bercanda. Dan ya… aku sendirian. Aku tetap masukin amplop itu ke meja. Niatnya: “Nanti aja.” Tapi benda-benda seperti itu nggak pernah mau “nanti”. Mereka punya cara sendiri buat narik perhatian. Lima menit kemudian, listrik kamar nge- drop . Lampu mati. Kipas berhenti. Suara hujan di luar jadi lebih jelas—ketukan halus di jendela, kayak jari-jari yang sabar. Aku nyalain senter dari HP. Cahaya putih memo...