Rekomendasi Chanel Youtube dengan Konten Horor
Cerita horor urban legend tentang pohon beringin angker di ujung desa. Konon, siapa pun yang melewatinya setelah magrib akan menghilang selamanya.
Di Desa Su****h, ada satu aturan yang tak pernah tertulis, tapi selalu ditaati:
jangan lewat pohon beringin di ujung desa setelah matahari terbenam.
Pohon itu berdiri sendirian di persimpangan jalan lama. Batangnya besar, menghitam, dan akar gantungnya menjulur sampai ke tanah seperti tangan-tangan kurus yang siap mencengkeram siapa saja. Anehnya, meski sudah puluhan tahun, tak satu pun warga berani menebangnya.
Mereka menyebutnya Beringin Ka***n.
Konon, sebelum desa ada, tempat itu adalah lokasi penghilangan orang. Para sesepuh bilang, arwah-arwah yang mati tidak wajar “dititipkan” di sana. Pohon itu tumbuh dari tanah yang kenyang darah dan tangisan.
Raka, seorang guru honorer pendatang, menganggap cerita itu hanya cara orang desa menakut-nakuti anak kecil.
Hingga suatu malam, ia pulang lewat jalan itu.
Hujan turun deras. Jalan utama tergenang, dan satu-satunya jalan kering hanyalah jalan lama di dekat pohon beringin. Jam menunjukkan pukul 22.47.
Begitu mendekat, hawa berubah dingin. Lampu motor Raka berkedip, lalu redup. Mesin mati tepat di bawah pohon.
Saat itulah ia mendengar suara tangisan perempuan.
Pelan, tertahan, seolah berasal dari balik akar-akar gantung.
Raka menoleh. Di sana, duduk seorang perempuan berambut panjang menutupi wajahnya. Bajunya putih, tapi kusam dan basah, seperti kain kafan yang ditarik dari kubur.
“Mbak… kenapa?” tanya Raka, suaranya gemetar.
Perempuan itu mengangkat wajahnya.
Wajahnya kosong.
Matanya tidak ada.
Hanya lubang hitam dengan cairan pekat menetes ke dagu.
Akar-akar pohon bergerak.
Bukan jatuh karena angin—melainkan melilit.
Raka berteriak, tapi suaranya teredam. Akar mencengkeram kaki, tangan, lalu lehernya. Dari batang pohon terdengar bisikan ramai, puluhan suara bercampur jadi satu.
“Tinggal di sini…”
“Jangan pulang…”
“Kami lapar…”
Kulit batang beringin merekah seperti mulut. Bau tanah busuk dan darah lama menyeruak. Tubuh Raka ditarik masuk, perlahan, sementara ia masih sadar merasakan semuanya.
Gelap.
Hangat.
Sunyi.
Keesokan paginya, warga menemukan motor Raka tergeletak di bawah pohon. Besinya berkarat, seolah sudah ditinggalkan bertahun-tahun.
Raka dinyatakan hilang.
Namun sejak malam itu, warga sering melihat sosok pria berdiri di bawah pohon beringin, mengenakan jaket guru. Wajahnya pucat, matanya kosong.
Jika ada pengendara menatapnya terlalu lama, sosok itu akan tersenyum…
dan akar beringin mulai bergerak perlahan ke arah jalan.
Karena pohon itu bukan sekadar tempat angker.
Ia adalah penjaga—
dan pengoleksi jiwa.
Cerita ini dipercaya warga setempat dan sering diceritakan turun-temurun. Beberapa menganggapnya hanya mitos, tapi jumlah orang yang menghilang di sekitar pohon beringin itu terus bertambah hingga sekarang.
Comments
Post a Comment
Yuk, kasih komentar terbaik kamu.
INGAT!!
Berkomentarlah dengan bijak dan baik.