Rekomendasi Chanel Youtube dengan Konten Horor
Sejak kecil, sumur tua di halaman belakang rumah itu sudah menjadi bahan bisik-bisik seram antar tetangga. Konon, sumur itu bukan sekadar tempat mencari air—tapi juga rumah dari sesuatu yang tak bisa dilihat dengan mata telanjang.
Aku tidak percaya pada cerita-cerita mistis itu. Sampai suatu malam, aku terjaga oleh suara gemericik air yang entah datang dari mana. Rumah ini sunyi — tak ada hujan, tak ada orang. Tapi suara itu tetap bertambah keras, seperti ada yang… menimba dari dalam sumur.
Dengan senter di tangan, aku melangkah menuju halaman belakang. Angin malam menusuk tulang. Ketika cahaya senterku menyapu permukaan sumur, aku melihat sesosok berdiri di sana. Awalnya kurasa itu manusia biasa. Ia menunduk, seolah sedang menimba… tapi tidak pernah sekali pun aku mendengar suara timba itu dicelupkan ke air.
Aku memanggil pelan.
“Halo?”
Sosok itu menoleh dengan perlahan.
Matanya kosong, kulitnya pucat seperti kapur, dan mulutnya tidak bergerak—tapi suara itu tetap keluar, samar namun menusuk ke ulu hati:
“Airnya belum cukup…”
Sebelum aku sempat lari, sosok itu melompat ke dalam lubang gelap itu dengan gerakan yang tak manusiawi. Suara benturan air bergema dan kemudian… hening.
Keesokan harinya, kudengar cerita dari Pak Muhtar, tetangga tua yang tak pernah tertawa. Ia bilang dulu pernah ada penjaga sumur yang jatuh dan tenggelam di dalamnya. Sejak itu, sumur itu dipercaya punya penunggu yang haus akan air… atau jiwa.
Malampun datang, tapi kali ini suara yang kudengar bukan lagi gemericik air — tapi bisikan halus tepat di belakang telingaku:
“Sekarang giliranmu…”
Aku berbalik. Sumur itu berdiri tanpa tutup… dan di dalamnya, tangan pucat menjulur naik, perlahan…
Comments
Post a Comment
Yuk, kasih komentar terbaik kamu.
INGAT!!
Berkomentarlah dengan bijak dan baik.